Thursday, July 9, 2009

Saya Golongan Putih 100% !

nina : "besok nyontreng non?"
saya : "'ga tau nin 'ga terlalu tertarik cos ga ada yang cocok dihati"
nina : "jd kyk milih pacar ya, harus cocok dihati dl..boleh juga :-)"

geli juga membaca balasan sms dari sahabat-zaman-sd-yang-baru-aktif-berkomunikasi-akhir-akhir-ini.

Saya bahkan ga kepikiran untuk mengkonversikan kedua hal itu,
memilih presiden sama dengan memilih pacar.
Tapi kalau dipikir-pikir benar juga, kalau memang 'belum-jatuh-hati' kenapa dipaksa?

Tapi (lagi) kalau konversinya seperti ini agak-sedikit-kurang-pas karena
nanti pasti akan banyak sanggahan.

Hmm..bagaimana kalau konversinya seperti ini,

(seperti yang pernah saya walling di facebook saya)
"Golongan putih 100%! *dalam keadaan sadar sesadar-sadarnya. Ngerasanya ky mau minum obat yang ga cocok sm penyakit yg diderita.kalo diminum sama aja bunuh diri!jd knp harus diminum kalo ga bisa buat sembuh?jd kenapa harus milih?wkwk. Ky ga ada pilihan lain aja *smoke"

menurut kacamata saya sebagai orang awam, yang kurang 'ngeh politik
melihatnya, mereka (bc: calon-calon legislatif) masih belum memenuhi kriteria
untuk menjadi calon presiden saat ini.
kalau ditanya kapan pantasnya, ya nanti saja kalau masalah 'besar' bangsa ini sudah beres..hehe.

Maaf bapak/ibu juga para pendukung masing-masing caleg, bukan maksud membuat sakit hati
ini hanya kejujuran pikiran dan ungkapan hati karena rasa ini sudah tidak bisa dibendung lagi :)

Lalu kenapa harus mereka yang maju?
Jangan tanya saya juga, tanya sama rumput yang bergoyang , atau tanya sama pakar politik,
atau mahasiswa jurusan politik.
Mereka sepertinya yang lebih tahu.

Saya Golongan Putih, tidak ikut 'nyontreng.
Salahkah?

Bukanya lebih salah lagi kalau ikut 'nyontreng?
:)

Jangan terlalu berpikiran lurus,
Membodohi diri sendiri.
Membawa Indonesia kearah kehancuran.
Udah tahu bukan mereka yang dibutuhkan.
Tapi tetap dipilih juga.

Masih berperang pendapat dengan saya??

Hmm.. kita tunggu saja reaksi 'obat' ini selama 5 tahun kedepan.
Semoga saya masih salah memaknai ini semua.

Kalau masih tidak sepikiran, sehati dengan saya juga,
mari sama-sama 'melihat'.
Kalau saya salah, ya mohon dimaafkan :)

Thursday, July 2, 2009

sejarah kecil secangkir kopi dan saya :)

Saya tidak pernah tau sejak kapan saya menjadi coffee addicted.
Tapi sepertinya mulai dari kecil saya mulai mengkonsumsinya.

Orang tua saya adalah penggemar 'kopi-kelas-kakap',
Dulu saat alm. papa masih hidup,
setiap pagi sebelum berangkat bekerja saya selalu menyiapkan secangkir kopi,

-bukan karena saya anak yang baik, tapi karena imbalan yang diberikan,
untuk secangkir kopi dihargai 500 perak :).
Buat ukuran anak sd itu jumlah yang lumayan-

Dan untuk mengetahui apakah kopi racikan saya sudah 'pas' atau tidak
saya selalu mencicipinya.
Mungkin dari sanalah saya mulai menyukai kopi.

Terbawa sampai sekarang,
Secangkir kopi dipagi, siang, dan malam hari.
Hmm.. tidak bisa dibayangkan hidup tanpa secangkir kopi.

This is one of many think story how much I LOVE COFFEE.

to be continued..

Wednesday, July 1, 2009

Untuk yang terlupakan! :)

Untuk buku-buku yang sudah dibeli tapi belum tersentuh,
untuk pintu-pintu yang jarang aku kunjungi,
untuk cerita pendek yang belum sampai 'tamat',
untuk impian-impian yang belum terkejar,
untuk sahabat-sahabat yang terabaikan,
untuk janji yang belum terpenuhi,
untuk celana jeans yang belum dicuci,
untuk hutang-hutang yang belum terbayarkan (^_*),

aku sudah kembali sadar..
semoga masih belom terlambat :)
dan bunganya tidak terlalu banyak.

untuk semua mantan-mantanku (^_*)
yang tersakiti atau yang telah menyakiti,

mari kita saling memaafkan :)

untuk 'seseorang' yang 'di-xxx-an'

kamu sangat ekstraordinary saat-saat ini :)


untuk dosa-dosa yang telah aku perbuat,

Tuhan ampuni anak-Mu ini :)